Dan ternyata aku tak setegar yang nampak..
Entah kenapa aku begitu cengeng bila mengingatmu..
Sangat cengeng..
Selalu ada tetesan airmata yang menyelimuti pipiku ..
Kamu, kamu, dan kamu..
Tau kah kamu aku begitu tersiksa dengan keadaan ini..
Aku begitu lemah..
Seluruh badan terasa sakit..
Rindu yang menghujam hati ini..
Kenangan yang membekas..
Wajahmu yang masih membayang..
Tatap matamu yang berkesan..
Mungkin terdengar berlebihan..
Namun ini lah apa adanya..
Ini lah kenyataannya..
Aku tak pernah menyangka perasaan ini begitu dalam untukmu..
Bukannya aku tak mengikhlaskan apa yang telah menjadi takdir hidup..
Aku masih tak percaya kau meninggalkanku dengan cara yang begitu menyiksa..
Harus aku akui, aku begitu merindukanmu..
Sangat rindu..
Kemana harus aku adukan rasa rindu ini wahai pria berkuda putih ?
Kemana ?
Sedangkan kau telah memilih untuk menjauh..
Walaupun jarak kita begitu dekat..
Satu hal yang harus kau tau, aku tersiksa tanpamu disini..
Mungkin butuh proses agar aku dapat memudarkan perasaan ini..
Namun untuk sementara ini izinkan aku untuk merinduimu dalam doaku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar